Presentasi Skripsi

PENERAPAN MOTION TWEENING DALAM VIDEO EDUKASI PENCEGAHAN CYBERBULLYING DI TIKTOK

Aulia Zulfaa Istiqomah

NIM. 22112605

Program Studi Teknik Informatika

Sekolah Tinggi Teknologi STIKMA Internasional Malang

Dosen Pembimbing: Sri Eka Pebruati Tj, S.E, M.AB (NIDN. 0701027101)
2026

Latar Belakang & Pendahuluan

Mengapa edukasi pencegahan cyberbullying di TikTok sangat penting?

Era Teknologi & Media Sosial

Lebih dari 5,59 miliar orang menggunakan media sosial di seluruh dunia (mencakup lebih dari setengah populasi bumi).

Kemajuan teknologi memberikan dampak ganda:

✓ Dampak Positif: Kemudahan informasi, komunikasi instan, ekspresi kreatif.
✗ Dampak Negatif: Munculnya kejahatan siber, salah satunya cyberbullying.
5.59B Pengguna Medsos

Pengertian Cyberbullying

"Bullying dengan menggunakan teknologi digital yang terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain gim, dan ponsel." — UNICEF

Sifat Berbahaya: Tidak pandang bulu dalam menyerang korban. Bahkan seorang influencer yang memiliki reputasi besar pun tidak luput dari serangan cyberbullying.

Cyberbullying UNICEF

Kasus Cyberbullying di Indonesia (2023)

Terdapat lebih dari 3.800 laporan kasus resmi terkait cyberbullying.

Platform yang paling sering digunakan pelaku:

TikTok / Instagram
Sangat Sering
Platform Chatting
Sering
Platform Game
Cukup Sering

Meningkatnya kompleksitas kasus memerlukan intervensi edukasi yang efektif dan menarik bagi generasi muda.

Kasus Dilaporkan

3,800+

Hanya dalam waktu satu tahun (2023)

Solusi: Edukasi Animasi

Pendidikan pencegahan harus dikemas secara menarik agar dapat memicu kesadaran penonton.


đŸŽŦ

Format Video Animasi

Materi pembelajaran menjadi lebih visual, dinamis, dan relevan dengan audiens muda.

🧠

Lebih Mudah Diingat

Kombinasi gambar bergerak dan audio memudahkan ingatan jangka panjang.

TikTok logo

Tiktok Video

Edukasi Pencegahan Cyberbullying

Rumusan Masalah & Tujuan Penelitian

Klik salah satu Rumusan Masalah untuk melihat Tujuan Penelitian yang bersesuaian.

❓ Rumusan Masalah

01
Bagaimana penerapan teknik motion tweening dalam produksi video edukasi tentang pencegahan cyberbullying di TikTok?
Klik untuk melihat Tujuan
02
Bagaimana tingkat pemahaman responden atau target audiens terhadap materi pencegahan cyberbullying setelah menonton video?
Klik untuk melihat Tujuan

đŸŽ¯ Tujuan Penelitian

01
Untuk menerapkan teknik motion tweening dalam produksi video edukasi pencegahan cyberbullying secara halus dan komunikatif.
02
Untuk mengetahui tingkat pemahaman responden atau target audiens terhadap materi pencegahan cyberbullying melalui pengujian kuesioner.
đŸ–ąī¸

Klik salah satu kartu di sebelah kiri untuk melihat tujuan yang berkaitan.

Metode Penelitian

Proses Pembuatan Animasi & Perhitungan Analisis

1
Concept
2
Design
3
Material
4
Assembly
5
Testing
6
Distribution

1. Tahap Concept (Konsep)

Menentukan tujuan video, sasaran audiens (remaja usia 14-17 tahun), konsep penyampaian cerita menggunakan teknik storytelling dengan metafora visual (karakter Jaja dan Anbu) agar materi lebih mudah diterima oleh kelompok usia tersebut.

Implementasi: Konsep & Desain Karakter

Konsep Storytelling Metafora Visual. Klik kartu karakter untuk melihat detail cerita.

Fries

Fries

Tokoh Utama (15 Tahun)

Klik untuk Info

Fries

Seorang remaja biasa berumur 15 tahun yang aktif berselancar di media sosial.

Fries merepresentasikan audiens utama; dia belum menyadari sepenuhnya bahwa postingan atau aktivitasnya di media sosial dapat memicu komentar yang berdampak baik maupun buruk bagi dirinya.

Kembali
Jaja

Jaja

Komentar Negatif (Bullying)

Klik untuk Info

Jaja

Karakter fiksi kecil berwarna merah gelap yang merepresentasikan komentar negatif dan rundungan siber.

Dalam video, Jaja digambarkan terus bertambah banyak dan menempel di tubuh Fries ketika dia mendapat rundungan, melambangkan beban mental psikologis yang memberatkan korban.

Kembali
Anbu

Anbu

Komentar Positif (Support)

Klik untuk Info

Anbu

Karakter fiksi yang merepresentasikan komentar positif, dukungan emosional, dan pesan persahabatan.

Anbu digambarkan datang membantu Fries untuk mengusir dan memusnahkan Jaja. Ini menyimbolkan bahwa kata-kata baik dan dukungan moral mampu meringankan penderitaan korban cyberbullying.

Kembali

Implementasi: Storyboard Animasi

Rincian Narasi Visual, Voice-Over, dan Alur Waktu Adegan

💡 Gunakan scroll di dalam tabel untuk membaca rincian visual & audio, atau klik tombol di sebelah kanan untuk tampilan penuh.

🌐 Buka Storyboard di Tab Baru ➔

Implementasi: Proses Keyframe & Animasi

Menggunakan teknik Motion Tweening pada Alight Motion. Klik gambar untuk memperbesar.

Ibis Paint X

Proses Perancangan Gambar (Ibis Paint X)

Pembuatan sketsa karakter, ekspresi wajah, pose tubuh, dan latar belakang. Total aset gambar mencapai lebih dari 500 layer terpisah dengan total 62 shot.

Alight Motion

Proses Keyframe & Animasi (Alight Motion)

Penerapan keyframe untuk mengatur pergeseran posisi, perubahan skala, rotasi, dan transisi gerakan. Gerakan karakter disinkronkan dengan dubbing suara (voice over) dan sound effect.

Alight Motion Workspace 1 Workspace Editor Alight Motion - Pengaturan Keyframe
Thumbnail 1
Thumbnail 2
TikTok
Lihat Hasil Karya Buka Video di TikTok
➔

Pengujian Kelayakan & Hasil Pengujian

Evaluasi Media dan Materi oleh Validator Ahli

Validator & Kriteria

Pengujian dilakukan oleh para validator ahli berikut:

👩‍đŸĢ Ahli Materi
📝 Kuesioner
  • Bapak M. Zainal Bachtiar (SLB Bhayangkari 1 Trenggalek)
  • Bapak Moh. Saifudin Zuhri (SMK Negeri 3 Batu)
  • Ibu Wiwi (SMP Negeri 29 Surabaya)
đŸŽŦ Ahli Media
📝 Kuesioner
  • Nathaniel (YouTuber, 1,13 jt subscriber)
  • Izzati Animation (TikToker, 56 rb pengikut)
  • Jnx (YouTuber, 27 rb subscriber)

Simulasi Skala Likert (Kuesioner)

Coba pilih tingkat kepuasan di bawah untuk melihat skor persentase kelayakan:

Estimasi Kelayakan: 94.6%

Sangat Layak (Kualitas tinggi & sangat direkomendasikan)

Kesimpulan Pengujian: Berdasarkan penilaian para validator, video edukasi dinyatakan sangat layak untuk disebarluaskan di platform TikTok dengan saran minor pada akselerasi transisi.

Tahap Distribusi (Distribution)

Publikasi Video di TikTok & Pengumpulan Responden

Publikasi & Target Responden

Pada tahap distribution, video animasi yang telah melalui validasi ahli dipublikasikan secara publik di platform TikTok.

Selanjutnya, tautan video beserta kuesioner disebarkan kepada remaja berusia 14–17 tahun sebagai responden utama penelitian untuk mengukur tingkat kepuasan dan pemahaman materi.

110 Responden
Target Awal: 100 Responden
110% Target Tercapai

Metrik Pengamatan TikTok

Selain data kuesioner, dikumpulkan juga statistik performa video di TikTok untuk mengevaluasi efektivitas jangkauan (reach) media edukasi ini:

đŸ‘ī¸
Penayangan Views
đŸ’Ŧ
Komentar Comments
🔄
Pembagian Shares
💾
Penyimpanan Favorites
📊
Karakteristik Demografi Penonton

Hasil Penelitian & Analisis

Statistik TikTok dan Analisis Respon Kuesioner

Hasil Analisis Statistik TikTok

Pengamatan performa video di TikTok dilakukan selama 7 hari untuk mengukur reach dan engagement:

Hasil Statistik TikTok - Grafik performa video selama 7 hari
Hasil Statistik TikTok - Statistik keterlibatan penonton
“Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik platform TikTok yang cenderung mendorong konsumsi konten berdurasi pendek sehingga pengguna sering kali berpindah ke video lain dalam waktu singkat.”

Hasil Analisis Kuesioner

Respon diperoleh dari 110 responden remaja berusia 14–17 tahun:

4.31
Sangat Layak Rata-rata Skor (Mean)
📝 Buka Kuesioner Responden (110 Jawaban) ➔

Responden menilai video memiliki tampilan menarik, bahasa mudah dipahami, serta materi relevan dengan kehidupan remaja.

Video terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai dampak cyberbullying bagi remaja.

Pembahasan Hasil Penelitian

Kesimpulan Keberhasilan Pengembangan & Evaluasi Media

🏆 Pencapaian & Efektivitas

Keberhasilan

Penelitian ini berhasil mengembangkan video animasi edukasi pencegahan cyberbullying menggunakan metode MDLC:

  • Validasi Ahli: Validasi oleh para ahli materi dan media menunjukkan media layak digunakan.
  • Respon Responden: Kuesioner dari 110 responden remaja memperoleh nilai mean 4,31 (Sangat Layak).
  • Jangkauan TikTok: Video berhasil menjangkau audiens secara luas dan dinilai efektif sebagai media edukasi bagi remaja.

💡 Evaluasi & Catatan Pengembangan

Saran Perbaikan

Meskipun dinilai sangat layak, terdapat aspek evaluasi penting untuk perbaikan konten video ke depan:

“Video masih perlu dikembangkan agar lebih menarik pada detik-detik awal konten sehingga dapat meningkatkan retensi durasi menonton rata-rata dan keterlibatan (engagement) audiens lebih lanjut.”

Kesimpulan Penelitian

Hasil Kelayakan Media & Penerimaan Responden

đŸŽ¯

Kelayakan Pengembangan

Video animasi edukasi pencegahan cyberbullying berhasil dikembangkan menggunakan teknik motion tweening (metode MDLC) dan dinyatakan layak sebagai media edukasi berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media.

📊

Respon & Kesadaran Remaja

Hasil kuesioner terhadap 110 responden memperoleh nilai mean sebesar 4,31 (Sangat Layak). Hal ini menunjukkan bahwa video menarik, mudah dipahami, serta mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai cyberbullying.

Saran & Rekomendasi

Masukan Para Ahli & Panduan Penelitian Selanjutnya

Ahli Media
đŸŽŦ Aspek Animasi

Disarankan untuk menambahkan gerakan mulut ketika karakter berbicara, serta menyesuaikan pencahayaan dan detail ekspresi karakter agar penyampaian emosi dalam animasi menjadi lebih kuat.

Ahli Materi
âœī¸ Aspek Bahasa

Sebaiknya menggunakan bahasa yang komunikatif dan sesuai dengan karakteristik remaja sehingga pesan edukasi dapat diterima dengan baik oleh target audiens.

Peneliti Selanjutnya
🚀 Penelitian Depan

Disarankan membuat durasi lebih singkat (untuk TikTok), jumlah responden lebih banyak, platform lebih beragam, serta menggunakan pre-test & post-test untuk hasil evaluasi yang lebih objektif.

SEKIAN & TERIMA KASIH

Semoga Penerapan Animasi Ini Memberikan Dampak Positif Bagi Remaja

Aulia Zulfaa Istiqomah

Teknik Informatika - STIKMA Internasional Malang

Logo STIKMA